Download File: KOMODITI IKAN HIU
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Ikan Hiu adalah sekelompok superordo Selachimorpha ikan
dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka
bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh,
tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang,
kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles
untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit dan untuk menambah
dinamika air mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digatikan.
Ikan hiu merupakan 7% dari seluruh jenis
ikan yang ada. Sebagian besar menghuni perairan laut di semua samudera maupun
perairan air tawar. Jenisnya beranekaragam mulai dari yang terbesar yaitu ikan
hiu paus (whale shark), Rhincodon typus yang berukuran panjang tubuh 14 meter
hingga yang terkecil berukuran panjang 15 cm yaitu Squaliolus laticadus.
Separuh dari semua jenis ikan hiu panjangnya tidak lebih dari 1 meter dan
sekitar 80% ukuran tubuhnya lebih kecil dari ukuran tubuh orang dewasa umumnya.
Menurut evolusi, ikan hiu merupakan salah satu hewan yang dapat hidup di laut
selama ratusan juta tahun lamanya. Mereka mampu melawan kepunahan melalui
keanekaragaman relative. Oleh sebab itu menjadi species indicator yang baik
guna mengukur dampak kegiatan manusia di dalam ekosistem laut. Di dalam rantai
makanan pada ekosistem laut, Ikan hiu menduduki tingkatan konsumen puncak (top
level) sebagai predator yang amat berpengaruh bagi keseimbangan ekosistem.
Banyak pakar kelautan meyakini bahwa ikan hiu merupakan mahluk vital dalam
menjaga keanekaragaman hayati.
B.
Rumusan
Masalah
1. Sebutkan
klasifikasi ikan hiu ?
2. Apa
saja Jenis-jenis ikan hiu ?
3. Bagaimana
Fishing Ground dan alat tangkap ikan hiu ?
4. Bagaimana
cara pengolahan ikan hiu ?
5.
Apa Khasiat Ikan Hiu ?
6. Bagaimana
cara pemasaran ikan hiu ?
C.
Tujuan
Dapat menambah
ilmu pengetahuan tentang komoditi
ikan air laut terutama ikan hiu,
mengetahui klasifikasi ikan hiu,mengetahui jenis-jenis, fishing ground, alat tangkap, khasiat pengolahan
dan pemasaran ikan hiu,
BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi
Ikan Hiu
Kingdom
|
: Animalia
|
Filum
|
: Chordata
|
Subfilum
|
: Vertebrata
|
Kelas
|
: Chondrichthyes
|
Subkelas
|
: Elasmobranchii
|
Superordo
|
: Selachimorpha
|
Ordo
|
: Carcharhiniformes
|
Famili
|
: Sphyrnidae
|
Genus
|
: Sphyrna
|
Spesies
|
: Sphyrna sp.
|
Hiu adalah salah satu hewan yang termasuk anggota Condrichthyes (ikan bertulang rawan). Hiu memiliki ciri-ciri utama yaitu :
·
Vertebrae hiu lengkap
dan terpisah.
·
Rahang hiu dapat di
gerakkan.
·
Hiu memiliki anggota
gerak berpasangan.
ü Adapun
ciri khas Ikan Hiu adalah sebagai berikut:
·
Kulit dengan sisik
plachoid dengan kelenjar mucus.
·
Mulut ventral
dilengkapi gigi email. Cekungan hidung satu sampai dua tanpa ada hubungan
dengan rongga mulut, memiliki rahang atas dan bawah.
·
Skeleton berupa tulang
rawan tidak ada tulang keras, vertebrae lengkap dan terpisah.
·
Hewan berdarah dingin, suhu
tubuh mengikuti suhu lingkungan.
ü Bagian
tubuh Ikan Hiu bila diamati dari luar yaitu:
·
Kepala meruncing kearah
anterior
·
Mulut transversal
·
Mata
·
Sirip dan Insang jumlah
5-7 yang masing masing lamelanya terpisah, tidak ada gelembung udara atau
vesica natatoria
B.
Jenis-jenis Ikan Hiu
Perlu kita ketahui, bahwa didunia
ini ada banyak jenis ikan hiu yang dapat kita temui, baik itu jenis ikan hiu
terbesar, ikan hiu terbuas atau yang lainnya, nah untuk mengetahui lebih lanjut
mengenai jenis-jenis ikan hiu ini, berikut ulasan kami mengenai ikan ini, walau
tidak terlalu lengkap namun mungkin bisa menambah sedikit wawasan kita mengenai
predator laut yang satu ini.
1. Hiu Megalodon Shark
Hiu Megalodon adalah ikan purba prasejarah yang telah hidup sekitar
s20 hingga 1,2 juta tahun yang lalu. Memnurut informasi, hiu ini memiliki
ukurang lebih besar dari sebuah kapal pesiar. Megalodon adalah jenis hiu
perairan dalay yang sangat jarang sekali naik ke permukaan laut, terkecuali
untuk mencari mangsa.
Namun hingga kini, belum ada yang menemukan hiu ini dalam keadaan
hidup, tapi banyak kalangan ilmuwan yang berpendapat bahwasannya hiu ini masih
hidup, dan merupakan fosil hidup. Keturunan terdekat dari hiu ini adalah hiu
putih, dan merupakan Raja lautan pada zaman
Ukuran Hiu Megalodon
Menurut sumber Wikipedia, Megalodon memiliki ukuran panjang
antara 14 hingga 18 meter atau lebih besar lagi, dengan gigi yang runcing
berdiameter 120 milimeter dan diperkirakan telah hidup 28 sampai 1,5 juta tahun
yang lalu. Nama Megalodon sendiri pertamakalinya muncul saat setelah
seorang
pakar dari Swiss yang bernama
Louis Agassiz berhasil mengidentifikasi ikan
ini pada tahun 1835. Hiu ini memiliki nama latin Carcharodon
megalodon yang artinya monster hiu.
Ukuran
megalodon sendiri jauh lebih besar dari ikan hiu paus (whale shark) namun saat
ini untuk kategori yang hidup tetap hiu paus yang paling besar. Ikan hiu paus
saat ini yang masih hidup memiliki panjang mencapai 15 m. Meski demikian,
ukuran megalodon tetap lebih kecil dari ikan atau binatang terbesar di dunia
yakni ikan paus biru yang memiliki panjang mencapai 33 M. Makanan megalodon
adalah ikan paus, lumba lumba, penyu dan binatang laut lainnya. Kekuatan
giginya yang dapat menghancurkan cangkang penyu dengan mudahnya. Ikan hiu
terbesar ini adalah pemangsa terbaik yang pernah ada , didukung oleh kekuatan,
kecepatan dan giginya.
2. Whale Shark
Hiu Paus (Whale Shark)
dalah jenis hiu paling besar atau bisa dibilang ikan paling besar didunia yang
hingga saat ini masih hidup. Dalam kehidupannya, hiu ini terlihat memiliki
totol-totol pada bagian tubuhnya. Dan selalu mengembara di samudra tropis dan
lautan yang berikilim hangat. Ikan ini juga dapat hidup hingga usia 70 tahun
dan dipercaya spesies ini berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.
Dalam bahasa jawa, Hiu Paus ini disebut
dengan Cucut Geger Lintang. Ukuran rata-rata untuk hiu dewasa diperkirakan
berkisar 97 metres (318.24 ft) dan seberat 9 ton. Dan ada yang pernah
tertangkap pada 11 November 1947 di Karachi, Pakistan. Memiliki ukuran
sekitar 1,265 metres (4,150.26 ft) dan beratnya lebih dari 21,5 ton,
sementara lingkar badannya sekitar 7 metres (23.0 ft). Bukan jarang kisah-kisah
mengenai geger lintang yang berukuran jauh lebih besar – dengan panjang hingga
18 metres (59 ft) dan berat hingga 45,5 ton – namun sejauh ini tidak ada
bukti-buktinya secara ilmiah.
3. Basking Shark
Basking Shark (Cetorhinus maximus) atau biasa kita kenal dengan Hiu
Penjemur. Hiu ini merupakan ikan terbesar kedua setelah hiu paus. Dan spesies
ini merupakan spesies kosmopolitan yang dapat ditemui di sepanjang
samudra hangat di seluruh dunia. Pergerakan hiu ini sedikit lambat dan juga
tidak berbahasa, dan menurut kabar keberadaan mereka saat ini telah terancam
punah.
Kenapa ikan ini disebut dengan hiu penjemur?
ini dikarenakan hiu ini sering ditemui berada pada permukaan saat mengkonsumsi
makanan dan tampak berjemur dalam air hangat. Dan seorang Gunnerus yang
pertama kalinya menyebut dan memberi nama spesies ini Squalus maximus yang
pada saat itu ditemukan di Norwegia pada tahun 1765.
Pada
umumnya hiu basking ini tidak berbahaya bagi manusia, dan cenderung gerakannya
lambat. Hiu basking juga termasuk filter feeder yang berarti memiliki adaptasi
anatomi sebagai penyaring makanan seperti plankton, dimulai dengan memperbesar
mulut sembari mengembangkan rahang/tulang saring insangnya.
Ukuran Basking Shark
Untuk masalah ukuran dari ikan ini, pastinya cukup besar, apalagi
hiu ini adalah hiu terbesar kedua didunia. Panjang untuk hiu basking ini
berkisar 12,27 meter (40,3 kaki), dan memiliki berat badan antara 19ton (17t).
Hiu ini juga akan berenang pelan ketika mendekati permukaan air. Pada umumnya
hiu basking lebih suka hidup pada suhu air 8-14,5 ° C (46-58 ° F).
Hal
ini berbeda dengan spesies hiu lainnya, saat berenang, Basking Shark akan
menggerakan seluruh tubuhnya dari sisi ke sisi (dan tidak hanya mengandalkan
gerakan ekor saja layaknya beberapa spesies hiu lainnya). Kecepatan
berenang Basking Shark juga tergolong lambat, yakni sekitar 2knot (3,7 km/jam;
2.3 mph). Dan mereka tidak berbahaya bagi manusia walaupun berada didekatnya.
Ancaman predator bagi hiu basking ialah paus orca dan hiu putih, hiu
putih telah dilaporkan telah mengais di sisa-sisa bangkai hiu basking. Pengamat
telah lama menduga bahwa paus pembunuh, juga dikenal sebagai predatornya. Hiu
basking adalah pasif feeder filter penyaring zooplankton, ikan kecil dan
invertebrata dan mampu megumpulkan makanan dengan singkat hingga 2.000 ton
(1.800 t) dalam air per jam. Mereka makan di dekat permukaan dengan mulut
mereka tulang saring insang terbuka lebar dan tegak. Hiu basking telah lama
menjadi kebutuhan komersial penting ikan terutama di Jepang, sebagai sumber
makanan, sirip hiu, pakan ternak, dan minyak hati ikan hiu. Eksploitasi
berlebihan ini telah mengurangi populasi hiu basking.
4. Great White Shark
Great White Shark juga dikenal
sebagai Carcharodon Carcharias, hiu ini adalah salah satu hiu terbesar dan
juga dikenal sebagai hiu terganas dari jenis ikan hiu lainnya. Mereka dapat
hidup hingga memiliki panjang 26.2 kaki dan juga berat hingga 5000 lbs (2267.96
kg). Sekedar informasi, hiu ini bisa anda temukan didekat pantai di semua
lautan dunia.
5. Tiger Shark
Tiger Shark atau jika diartikan Hiu Harimau atau
juga Galeocerdo Cuvier, hiu ini menempati posisi ke 5 ikan hiu terbsesar
dunia, yang memiliki panjang hingga 24.3 kaki, lalu dapat mempunyao berat
hingga 2000 lbs (907,18 kg) dan termasuk hiu yang ganas.
Mereka
hidup layaknya pemburu dan predator yang mematikan di dalam laut, pasalnya
mereka tak hanya melahap semua jenis kehidupan yang ada dilatu, hiu ini juga
sering dikabarkan menyerang para manusia dipantai. Populasi hiu ini berada di
perariran khatulistiwa, namun banyak ditemukan di sekitar perairan pasifik
6. Pacific Sleepe Shark
Pasifik Sleeper Shark
atau Somniosus pacificus adalah salah satu hiu terbesar dan juga terberat
lainnya, hiu ini dapat hidup sepanjang 23 kaki dan memiliki berat hingga 800
lbs (361,87 kg). Kehidupan hiu ini adalah didaerah laut dalam, dengan memiliki
kedalaman hingga 6500 kaki dibawah permukaan laut.
7. Greenland Shark
Greenland
Shark, banyak yang mengenal ikan hiu jenis ini adalah ikan yang paling lambat
diantara jenis-jenis hiu lainnya. Kecepatan renang mereka yang biasa hidup di
kawasan yang dingin hanya mencapai 2,7 kilometer per jam. Sangat lambat sekali
bukan. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh ukuran tubuh mereka yang cukup besar
sehingga memperlambat gerak gerik mereka dan juga karena suhu pada perairan
dimana tempat mereka tinggal.
Hiu jenis yang satu ini diperkirakan
dapat hidup hingga sepanjang 21 kaki, dan juga memiliki usia hingga 200 tahun.
Dan hal inilah membuat hiu ini dikenal sebagai hewan bertulang punggund dengan
usia hidup terlama. Mereka juga hidup pada kedalaman 6600 kaki dibawah
permukaan laut.
8. Great Hammerhead Shark
Siapa lagi kalau bukan Hiu Martil kenapa
bisa dinamai demikian? mungkin karena bantuk wajah bagian depan ikan ini
menyerupai martil sehingga dinamakan Hiu Martil (Great Hammerhead Shark). Hiu
martil dari genus Sphyrna adalah anggota dari famili Sphyrnidae. Satu-satunya
genus selain Sphyrnidae, Eusphyra, terdiri dari hanya satu spesies, Esphyra
blochii, winghead shark.
Diantara beberapa spesies ikan jenis ini, sembilan spesies lainnya
telah diketahui memiliki ukuran panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20
kaki), dan pastinya semua spesies memiliki bentuk kepala yang menyerupai martil
gepeng. Dilautan, meraka adalah sesosok predator yang begitu agresif, dan
berburu ikan seperti ikan pari, cumi-cumi, serta udang udangan. Mereka juga
banyak tersebar di berbagai benua.
9. Thresher Shark
Hiu ini juga merupakan salah satu
keturunan hiu besar, dan diperkirakan dapat hidup hingga memiliki panjang 18
kaki. Hiu ini menduduki posisi ke-9 hiu terbesar di dunia. Populasi hidup
Thresher Shark yakni di perariran laut khatulisiwa. Walaupun hiu ini terlihat
ramping, namun bobot yang dapat dimiliki hiu ini dapat mencapai berat yang
cukup spektakuler yakni 1100 lbs (498.95 kg).
10. Bluntnose Sixgill Shark
Bluntnose
Sixgill Shark sering juga disebut sebagai hiu sapi, ikan jenis ini dapat tumbuh
hingga 16 kaki atau sekitar (4.8 m). Untuk menangkap ikan ini, banyak
orang yang menggunakan ikan tuna sebagai umpannya.
Ciri-ciri Fisik
Ikan
ini memiliki ciri-ciri fisik seperti warnanya yang berwarna coklat kehitaman,
serta memiliki garis terang berwarna kuning dibagian sisi samping tubuhnya.
Warna matanya biru seperti lampu neon. Dan terdapat ciri-ciri lainnya:
- Memiliki sirip tunggal pada punggung, Serta sirip pada bagian belakang bawah.
- Terdapat enam celah pada indang
- Sedikit lebih pendeng dari hiu lainnya, memiliki moncong tumpul
- Ukuran ikan, rata-rata panjangnya 8-12 kaki (2,4-3,7 meter)
- Namun hanya beberapa yang memiliki panjang hingga 13 kaki (4 meter)
11. Bigeye Thresher Shark
Ikan
hiu jenis ini merupakan salah satu ikan yang bisa dibilang cukup besar untuk
jenis hiu, ya.. memang benar, ikan ini dapat tumbuh sepanjang 15 kaki dan juga
dapat memiliki bobot tubuh 795 lbs atau sekitar 360 Kg, dan hidup di kedalaman
1.650 kaki di dasar laut.
Ciri Ciri Fisik
Seperti
namanya yakni Bigeye yang bisa diartika sebagai “Mata Besar”, dan seperti pada
umumnya ikan hiu jenis ini juga memiliki sirip pada bagian pungggungnya, dan
yang membuat ikan ini sedikit unik adalah bentuk ekor mereka yang cenderung
panjang dan melengkung. Dan tubuhnya tampak seperti berotot.
Pada
masa kelahiran Ikan hiu jenis ini memiliki panjang 27.5-42 in (70-106 cm),
untuk hiu pada usia dewasa beratnya sekitar 160 kg – 360 kg serta panjang
maksimum hingga 15.9 kaki (4.84 m)
Habitat Ikan
Habitat
dari Bigeye Thresher Shark banyak ditemui di daerah barat dari Samudera
Atlantik, dan banyak laporan juga berada di daerah New York ke Florida, Bahama,
Kuba, Venezuela, dan Brasil selatan. Serta di Atlantik timur, tepatnya di
daerah Portugal, Madeira, Senegal, Guinea ke Sierra Leone, Angola, dan Laut
Mediterania. Dab du Samudera Hindia Barat yakni di Afrika Selatan, Madagaskar,
dan Laut Arab. Tak hanya itu di bagian Samudera Pasifik juga ada yakni di
epang, Taiwan, Kaledonia Baru, barat laut Australia, dan Selandia Baru, dan ke
timur ke Hawai, California selatan, Teluk California, dan barat dari Kepulauan
Galapagos. Dan pastinya setiap daerah, ikan ini memiliki genetika yang
berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan ikan ini hidup di kedalaman
1.650 kaki di dasar laut dan dapat bertahan pada suhu16-25 ° C (61-77 ° F).
Masa Hidup
Pada
hiu jantan dewasa diperkirakan memiliki panjang 9-9,4 ft (2,7-2,9 m) dan usia
9-10 thn. Sedangkan untuk hiu betina memiliki panjang sekitar 11-11,2 ft
(3,3-3,4 m) dan usia 12-13 tahun . Dan diperkirakan usia atau masa hidup hitu
jantan dapat mencapai 19 tahun sedangkan betina 20 tahun.
C.
Daerah Tangkap ( Fishing Ground )
Ikan yang menghabiskan waktunya di dasar
perairan atau pada celah-celah terumbu karang berair jernih. Ikan ini merupakan
predator dan habitatnya berada pada kedalaman antara 8 - 40 meter. Setiap jenis
ikan hiu mempunyai laju renang membentuk pola yang khas dengan laju tertentu.
Dilihat pada aspek lateral, renang ikan hiu dikategorikan amplitude horizontal
wriggle. Kategori ini mempunyai pola renang hiu meliuk ke kanan dan ke kiri
yang dibangkitkan dari badan ikan Hiu secara horizontal. Perubahan fase akustik
dapat menentukan laju renang ikan Hiu Sirip Putih (Triaenodon obesus).
Berdasarkan penuturan masyarakat Pulau
Bepondi, aktivitas menangkap ikan hiu mereka sudah lama dilakukan. Alat yang
mereka gunakan untuk menangkap ikan hiu adalah alat pancing tradisional yang menggunakan nilon dan
mata pancing.
D.
Pengolahan Ikan Hiu
1. Minyak Hati Ikan Hiu
Minyak ikan diperoleh dengan cara
ekstraksi. Ekstraksi minyak adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau
lemak dari bahan. Cara ekstraksi yang biasa dilakukan adalah metode Wet
Rendering yaitu proses yang umumnya digunakan untuk membuat tepung ikan. Tahap
proses ini meliputi kombinasi perebusan dan pengeringan dengan menggunakan uap
panas pada keadaan hampa. Pengadukan secara lambat dilakukan selama pengeringan
dan dilakukan pengepresan untuk memisahkan daging dan minyak ikan.
Tahapan-tahapan pemurnian minyak ikan, yaitu penyaringan, netralisasi,
pemisahan sabun, pemucatan dan deodorisasi.
Tujuan dari pemurnian minyak ikan adalah untuk menghilangkan
rasa dan bau yang tidak enak, warna yang tidak menarik, dan memperpanjang masa
simpan minyak sebelum dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan mentah dalam
industry. Kualitas minyak ikan yang dihasilkan pada proses pemurnian tergantung
pada cara penyimpanan dan penanganan ikan sebelum dimurnikan.
Tahap
–tahap pemurnian minyak ikan hiu antara lain:
- Penyaringantahap penyaringan, minyak ikan yang diperoleh sebagai hasil damping pengolahan tepung ikan atau ikan kaleng disaring terlebih dahulu dengan penyaring kawat untuk memisahkan kotoran-kotoran visual seperti sisa daging dan gumpalan protein.
- NetralisasiNetralisasi adalah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya. Faktor –faktor yang mempengaruhi proses netralisasi adalah suhu, pengadukan dan pencucian.
- PenyabunanPenyabunan adalah asam lemak bersifat tidak larut dalam air tetapi dapat terdispersi menjadi NaOH atau KOH encer yang dapat mengubah asam lemak menjadi sabun. Minyak yang telah dinetralkan dibiarkan beberapa saat supaya terjadi pemisahan sabun yang terbentuk. Lapisan sabun berada pada lapisan bawah dan lapisan minyak pada bagian atas. Kemudian sabun tersebut diambil. Untuk menghilangkan sabun-sabun yang masih tersisa, pada minyak ikan ditambahkan air panas sambil diaduk dan kemudian dibiarkan supaya terjadi pemisahan minyak dan air. Setelah itu air yang terpisah dibuang.
- PemucatanPemucatan ialah suatu proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk menghilangkan atau memucatkan warna yang tidak disukai dan menghilangkan getah (gum) yang ada dalam minyak. Pemucatan dilakukan dengan penambahan adsorben, umumnya dilakukan dalam ketele yang dilengkapi dengan pipa uap dan alat penghampa udara. Faktor yang mempengaruhi pemucatan adalah suhu, waktu, tekanan.
- DeodorasiDeodorisasi adalah suatu tahap proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam minyak. Prinsip proses deodorasi, yaitu penyulingan minyak dengan uap panas. Proses deodorisasi dilakukan dengan cara memompa minyak ke dalam ketelen deodorasi. Kemudian minyak tersebut dipanaskan pada suhu 200-2500C sambil dialiri uap panas selama 4-6 jam untuk mengangkut senyawa yang dapat menguap. Setelah proses deodorisasi selesai, minyak ikan kemudian didinginkan sehingga suhu menjadi kurang lebih 840C dan selanjutnya minyak ikan dikeluarkan.
- HidrogenasiHidrogenasi adalah proses pengolahan
minyak atau lemak dengan jalan menambahkan hidrogen pada ikatan rangkap dari
asam lemak, sehingga akan mengurangi ketidakjenuhan minyak atau lemak, dan
membuat lemak bersifat plastis. Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjenuhkan
ikatan rangkap dari rantai karbon asam lemak pada minyak atau lemak. Proses
hidrogenasi dilakukan dengan menggunakan hydrogen murni dan ditambahkan serbuk
nikel sebagai katalisator.
Nikel merupakan katalis yang sering digunakan dalam proses hidrogenasi daripada katalis yang lain (palladium, platina, copper chromite). Hal ini karena nikel lebih ekonomis dan lebih efisien daripada logam lainnya. Nikel juga mengandung sejumlah kecil Al dan Cu yang berfungsi sebagai promoter dalam proses hidrogenasi minyak
2. Tulang Ikan Hiu
Tulang ikan hiu yang termasuk jenis
tulang rawan mengandung kolagen, sehingga memungkinkan pemanfaatannya sebagai
bahan baku gelatin. Gelatin memiliki berbagai kegunaan antara lain sebagai
bahan pengental, stabilisator dan emulsifier. Pada 1996-an mulai diteliti
pemanfaatan tulang ikan hiu kearah pengobatan kanker dan tumor dengan
ditemukannya kandungan selenium, dalam
tulang ikan hiu yang meningkatkan nilai guna tulang ikan hiu.
Dalam
industri pangan, gelatin biasanya digunakan sebagai salah satu bahan baku
pembuatan permen, jeli dan es krim. Gelatin berfungsi sebagai pengental,
stabilisator dan emulsifier. Zat gelatin yang tanpa kita sadari selalu
dikonsumsi ini ternyata banyak sekali manfaatnya bagi tubuh kita diantaranya:
- Gelatin dapat bermanfaat untuk pertumbuhan otot dan metabolisme tubuh.
- Gelatin bisa menimbulkan rasa kenyang, sehingga bagus bagi anda yang sedang diet.
- Gelatin membantu menjaga keseimbangan tubuh.
- Gelatin yang mengandung protein kolagen tinggi, dapat membantu menjaga kulit anda agar tetap halus dan lembut.
- Gelatin juga dapat memperkuat akar rambut sehingga rambut tampak sehat dan bercahaya.
- Gelatin sangat baik bagi perkembangan kuku anda, karena dapat memperkuat kuku sehingga tidak mudah patah.
- Gelatin sangat baik untuk tulang anda, karena membantu menghasilkan zat glikoprotein dan asam amino prolin.
3. Sirip ikan Hiu
Ikan hiu memiliki nilai gizi serta nilai
ekonomis yang tinggi dengan diserti nilai gizi yang tinggi ikan hiu banyak
sekali peminatnnya contohnya saja dalam kuliner ikan hiu tepatnya pada bagian
siripnya dapat dilolah menjadi sup sirip ikan hiu. Biasanya para nelayan
menggunakan Finning yaitu cara menangkap hiu dengan menghapus sirip dan
membuang tubuh di laut.
ü Hiu Finning
Sup sirip ikan hiu, campuran
agar-agar sirip dorsal, caudal dan dada hiu, mendukung multi miliar dolar
industri mempopulerkan praktek "finning." Finning adalah tindakan
menghapus sirip dan membuang tubuh di laut. Tanpa menggunakan sirip mereka, hiu
lumpuh tenggelam atau mati kelaparan. Finning hiu di laut memungkinkan nelayan
untuk mengangkut sirip di kapal dalam jumlah besar tanpa harus mengakomodasi bagi
tubuh lebih besar, besar hiu.
ü Sup sirip ikan hiu
Konsumsi sup sirip ikan hiu
adalah tradisi yang telah lama dalam budaya Cina, disukai oleh Kaisar dan
bangsawan sebagai tanda kemakmuran dan rasa hormat. Praktek ini sekarang lumrah
di sebagian besar Asia, terkonsentrasi di daratan Cina dan Hong Kong.
Setelah disediakan untuk eselon atas masyarakat Cina, sup
sirip ikan hiu telah menjadi standar tarif tidak hanya di negara-negara Asia,
tetapi semakin di negara-negara Barat juga. Eropa penawaran dan permintaan
telah berkembang secara signifikan dalam beberapa dekade, memperluas pasar
untuk negara-negara seperti Spanyol dan Perancis.
Sup sirip ikan hiu dibedakan oleh
serat elasten lembut kolagen yang dikenal sebagai 'sirip jarum' digunakan untuk
membuat agar-agar tekstur unik. Sementara pengganti sirip hiu tersedia untuk
meniru tekstur yang diinginkan, sirip hiu tetap di permintaan tinggi dan dengan
demikian bisnis yang menguntungkan untuk banyak nelayan. Tanaman dan hewan
alternatif berbasis menyediakan sama rasa dan tekstur pada harga secara
signifikan lebih murah yang sering dilayani oleh restoran dengan atau tanpa
pengetahuan tentang pelanggan. Untuk mengotentikasi rasa dan mengurangi biaya,
sirip hiu buatan dan nyata biasanya dicampur bersama-sama dalam rasio 30/70,
masing-masing.
E.
Khasiat Ikan Hiu
Berdasarkan Sektor – Bagiannya
Khasiat ikan hiu terkecuali dilihat dari sudut kuliner atau olahan makanan
hasil laut yang lezat. Bila rata-rata ikan dibekuk cuma utuk diambil dagingnya
guna memenuhi keperluan protein yang tinggi. Tidak serupa dengan ikan hiu
karena hampir seluruh organ atau sektor tubuhnya mampu diambil khasiatnya dari bagai
sudut dan bermacam kepentingan. Berikut khasiat dari badan ikan hiu :
ü
Hati Ikan Hiu
Hati ikan hiu diproses jadi minyak
hati ikan hiu yang khasiatanya mampu dipakai kepada industri tekstil, pabrik
pelumas, cat minyak, bahan kosmetik, bahkan dalam dunia medis atau kesehatan
minyak ikan hiu berperan juga sebagai sumber vitamin A yang berguna bagi
kesehatan mata. Kandungan squalane terhadap hati ikan hiu pun amat sangat
berguna dalam pengerjaan obat tertentu.
ü
Darah Ikan Hiu
Tidak sedikit yang mengetahui bahwa darah dari ikan hiu dapat juga
difungsikan dalam dunia kesehatan. Dalam dunia medis darah ikan hiu memiliki
khasiat yang merupakan anti koagulan.
ü
Mata Ikan Hiu
Mata yakni indra yang teramat dibutuhkan bagi makhluk hidup. Kornea mata
ikan hiu ini mampu dipakai buat memulihkan keadaan mata manusia disaat
dilakukannya operasi transplantasi mata.
ü
Kerangka Tulang Rawan
Ikan Hiu.
Hiu ialah tipe ikan memiliki kerangka tulang rawan ikan hiu yang sangat
berguna dalam pengobatan tulang, gejala penyakit kanker, dan berfungsi sebagai
obat luka bakar kepada kulit. Bidang atau organ ikan hiu yang dipakai untuk mengatasi
gejala hambatan kesehatan tersebut diambil dari kerangka tulang rawan &
sari tulang rawan ikan hiu.
ü
Gigi Ikan Hiu.
Bagi peminat accessories unik yang berasal dari tulang atau gigi
hewan kebanyakan sudah menjadikan cindramata gigi ikan hiu juga sebagai salah
satu koleksi pribadi. Gigi ikan hiu memiliki tekstur yang amat sangat pas utk
dijadikan juga sebagai accessories dalam pelaksanaan perhiasan ataupun senjata
tajam.
ü
Kulit Ikan Hiu.
Ikan Hiu memiliki kulit yang dapat dijadikan bahan pengerjaan makanan
bahkan penggosok benda tertentu & dijadikan bahan dalam menciptakan pakaian
renang yang lentur & nyaman.
ü
Sirip Ikan Hiu.
Sirip ikan hiu yakni organ atau bidang badan yang akan diolah jadi bahan
olahan makanan laut yg memiliki nilai ekonomi tinggi. Umpamanya sup ikan hiu yg
tidak sedikit dicari di dunia bersama harga yang tergolong mahal.
F.
Pemasaran Ikan Hiu
ü Ekspor
Impor Produk Sirip Ikan Hiu Jepang – Dunia
Jepang
merupakan negara produsen dan pengekspor produk sirip ikan hiu ke berbagai
negara di dunia. Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel negara tujuan utama
ekspor produk sirip ikan hiu adalah Hongkong (56,78%), China (13,7%), Singapura
(11,53%), Afrika Selatan (9,3%), dan Spanyol (7,69%). Indonesia juga merupakan
tujuan ekspor Jepang dan berada di peringkat ke-7 dunia dan peringkat ke-2
ASEAN dengan pangsa pasar sebesar (0,01%). Pada Tabel ini terlihat bahwa ekspor
sirip ikan hiu Jepang mengalami penurunan 42,15% pada tahun 2012 dibanding
dengan tahun 2011.
Ekspor Sirip Ikan Hiu
Jepang ke Dunia Periode 2008-2012
(dalam ribu US$)
Rank
|
Importir
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
Pangsa
|
PERUB
|
|
(%)
|
(%)
|
||||||||
2012
|
12-11
|
||||||||
WORLD
|
8.202
|
6.825
|
8.592
|
8.771
|
5.074
|
100
|
-42,15
|
||
1
|
Hongkong
|
6.970
|
5.192
|
6.054
|
4.718
|
2.881
|
56,78
|
-38,93
|
|
2
|
China
|
173
|
0
|
0
|
729
|
695
|
13,7
|
-4,66
|
|
3
|
Singapura
|
711
|
771
|
1.472
|
1.779
|
585
|
11,53
|
-67,12
|
|
4
|
Afrika
Selatan
|
133
|
455
|
393
|
298
|
471
|
9,3
|
58,05
|
|
5
|
Spanyol
|
47
|
210
|
344
|
610
|
390
|
7,69
|
-36,06
|
|
ASEAN
|
|||||||||
7
|
Indonesia
|
62
|
54
|
17
|
0
|
7
|
0,01
|
||
Vietnam
|
71
|
68
|
66
|
313
|
0
|
0
|
|||
Sumber: ITC
(diolah)
Tabel
Impor Sirip Ikan Hiu Jepang dari Dunia
Periode 2008-2012
(dalam
ribu US$)
Rank
|
Negara
asal
|
2008
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
Pangsa
|
PERUB
|
|
Impor
|
(%)
|
(%)
|
|||||||
2012
|
12-11
|
||||||||
WORLD
|
n/a
|
n/a
|
n/a
|
n/a
|
6.389
|
100
|
|||
1
|
China
|
1.663
|
1.718
|
889
|
237
|
2.703
|
42,31
|
1040,5
|
|
2
|
Indonesia
|
1.336
|
532
|
522
|
1.498
|
1.372
|
21,47
|
-8,4
|
|
3
|
Peru
|
678
|
584
|
799
|
869
|
1.103
|
17,26
|
26,93
|
|
4
|
Brasil
|
107
|
74
|
55
|
310
|
587
|
9,19
|
89,35
|
|
5
|
Spanyol
|
n/a
|
n/a
|
n/a
|
n/a
|
241
|
3,77
|
||
ASEAN
|
|||||||||
8
|
Singapura
|
87
|
282
|
84
|
96
|
97
|
1,52
|
1,04
|
|
Sumber: ITC
(diolah)
Dibanding
dengan nilai ekspor sirip ikan hiu Jepang ke dunia, nilai impor Jepang dari
dunia lebih tinggi sekitar 26%. Dari Tabel dapat dilihat bahwa total impor
sirip ikan hiu Jepang pada tahun 2012 adalah sebesar US$ 6,389 juta. Lima
negara utama pengekspor sirip ikan hiu ke Jepang adalah China (42,31%),
Indonesia (21,47%), Peru (17,26%), Brasil (9,19%), dan Spanyol (3,77%). Negara
ASEAN lainnya yang tercatat mengekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang adalah
Singapura (1,52%).
ü Potensi
Pasar Ekspor Sirip Ikan Hiu ke Jepang
Perbedaan nilai ekspor dan impor sirip ikan
hiu Jepang dengan dunia pada tahun 2012 walau secara nilai hanya berbeda
sekitar 26%, namun bila dilihat secara kuantitas (total berat) ekspor dan impor
sirip ikan hiu Jepang dengan dunia pada tahun 2012, terdapat perbedaan sebesar
346%
Tabel
Perbandingan Ekspor dan Impor Sirip Ikan Hiu
Jepang dengan
Dunia Tahun 2012
Total Nilai (ribu
US$)
|
Total Berat
(kg)
|
|
Ekspor
|
5.074
|
115.714
|
Impor
|
6.389
|
33.418
|
Sumber: Trade Statistics of Japan
(diolah)
Data
pada Tabel ini menunjukkan bahwa Jepang mengekspor sirip ikan hiu yang memiliki
nilai rendah, dan mengimpor sirip ikan hiu yang memiliki nilai tinggi. Hal ini
mengindikasikan potensi pasar ekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang untuk
produk berkualitas tinggi.
Tabel
memperlihatkan lebih rinci potensi ekspor Indonesia untuk produk sirip ikan hiu
ini. Dengan kapasitas ekspor sirip ikan hiu Indonesia ke dunia sebesar US$ 6
juta, dan nilai impor Jepang dari dunia sebesar US$ 6,389 juta, maka terlihat
bahwa Indonesia masih memiliki potensi sebesar US$ 4,628 juta untuk mengekspor
sirip ikan hiu ke Jepang.
Secara umum,
dapat disimpulkan bahwa potensi Indonesia mereguk pasar/share yang lebih besar
untuk produk sirip ikan hiu di Jepang masih sangat terbuka.
Tabel Potensi Ekspor Sirip Ikan Hiu Indonesia
ke Jepang tahun 2012
Impr Jpn dr
|
Ekspor
Ina
ke
|
Impor Jpn dr
|
Potensi
|
|||
HS code
|
Produk
|
Perdagangan
|
||||
Ina
|
Dunia
|
Dunia
|
||||
Ina
|
||||||
0305.59.10.00
|
Sirip Ikan Hiu
|
1,372
|
6
|
6,389
|
4,628
|
|
Sumber: ITC & BPS (Satuan: juta US$)
ü Kebijakan
Impor Sirip Ikan Hiu di Jepang
Untuk
impor produk sirip ikan hiu, regulasi yang berlaku di Jepang adalah Food
Sanitation Act dan Custom Law. Berdasarkan Food Sanitation Law, komponen
kimia yang tercantum pada Tabel tidak boleh melebihi batas maksimum residu yang
ditetapkan oleh Ministry of Health, Labour and Welfare di Jepang. Selain itu,
komponen kimia Hydrogen Peroxide tidak boleh terdeteksi pada produk
sirip ikan hiu. Untuk kandungan bakteri, total viable count (TVC) bakteri tidak
boleh melebihi 3000 per gram, dan bakteri E. coli harus terdeteksi negatif. Selain
sanitasi, kebijakan impor lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah tarif
bea masuk untuk impor sirip ikan hiu ini. HS 0305.71 termasuk dalam kategori X
dalam perjanjian ekonomi bilateral Indonesia dan Jepang (Indonesia Japan
Economic Partnership Agreement (IJEPA), yang berarti termasuk produk yang
tidak dimasukkan untuk pengurangan dan peniadaan tarif bea masuk. Tarif bea
masuk yang diaplikasikan untuk impor sirip ikan hiu dari Indonesia adalah tarif
MFN, yaitu sebesar 10,5%. Tarif yang sama dikenakan untuk negara-negara asal
impor lainnya yang tertera. Selain kebijakan impor yang berlaku, untuk
penjualan di dalam negeri Jepang berlaku JAS Law yang mengatur standarisasi
label yang mewajibkan penulisan negara asal impor dari produk sirip ikan hiu
yang dijual.
ü Saluran
Distribusi Produk Sirip Ikan Hiu di Jepang
Nelayan
yang menangkap ikan hiu menjual sirip ikan hiu kepada pedagang/broker yang
kemudian memasok sirip ikan hiu tersebut kepada eksportir. Sirip ikan hiu yang
masuk ke Jepang ada yang didistribusikan ke perusahaan pengolah makanan
(industri) yang akan membuat produk kalengan atau produk lainnya.
ü Hambatan
Lainnya
Beberapa
hal yang dapat menghambat peningkatan ekspor HS 0714 ke Jepang adalah sebagai
berikut.
a) Tarif
bea masuk
b) Kontrol
kualitas
c) Pembatasan
penangkapan ikan hiu spesies tertentu
d) Kendala
bahasa/komunikasi
e) Pemasaran
dan promosi
ü
Peluang
a.
Bentuk Kerjasama
Dengan hubungan
bilateral yang terbina baik antara Indonesia dan Jepang, Indonesia memiliki
keuntungan untuk mengundang lebih banyak investor dari Jepang untuk
mengembangkan produksi sirip ikan hiu di Indonesia.
b.
Harga Per Unit
Harga per
kilogram komoditi sirip ikan hiu dan selisih harga dari eksportir utama yaitu
China. Peru adalah satu-satunya eksportir yang mempunyai harga satuan di bawah
China yaitu 13.070 JPY per kilogram,
atau 120 JPY lebih murah. Harga komoditi sirip ikan
hiu dari Indonesia sebesar 18.125 JPY, atau lebih mahal 4.935 JPY dari China.
Sementara itu, harga komoditi sirip ikan hiu dari Brasil dan Spanyol jauh lebih
mahal dibandingkan dengan Indonesia. Brasil dan Spanyol secara total memegang
hampir 13% pangsa pasar di Jepang. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang
untuk memperbesar pangsa pasar di Jepang bila dapat mengatur strategi pasar
yang lebih agresif untuk merebut pangsa pasar yang dimiliki Brasil dan Spanyol.
Pada saat yang bersamaan, perlu tetap memperhatikan dinamika pasar agar posisi
Indonesia tidak tergeser oleh Peru yang saat ini berada di posisi ketiga
setelah Indonesia.
c. Hubungan bilateral Jepang dengan
negara pesaing
Sejak
tahun 2012, hubungan bilateral Jepang dengan China tidaklah baik. Kondisi ini
sedikit banyak menimbulkan keengganan dari perusahaan-perusahaan Jepang untuk
bertransaksi dengan China. Kondisi ini merupakan momentum yang baik bagi
Indonesia untuk lebih mereguk pasar/share yang lebih besar.
d. Kualitas yang diaku
Walaupun nilai per unit sirip ikan hiu dari
Indonesia lebih mahal dibandingkan Peru dan Singapura, namun pada tahun 2012,
Indonesia dapat memegang posisi kedua. Hal ini mengindikasikan adanya pengakuan
atas kualitas sirip ikan hiu dari Indonesia.
mengindikasikan potensi pasar ekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang
untuk produk berkualitas tinggi. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang
untuk memperbesar pangsa pasar bila dapat menjaga dan meningkatkan kualitas
produk sirip ikan hiu ini.
ü Strategi
Dengan
melihat fenomena secara umum dan mempertimbangkan peluang-peluang yang tertera
di atas, hal-hal berikut direkomendasikan bagi dunia usaha Indonesia untuk
dapat meningkatkan pangsa pasar untuk produk sirip ikan hiu di Jepang.
a.
Berpartisipasi dalam
pameran dagang di Jepang Pameranyang
terkait produk sirip ikan hiu dilaksanakan setiap tahunnya di Jepang. Para
pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia kiranya dapat proaktif untuk
berpartisipasi mengikuti pameran sehingga keberadaan produk sirip ikan hiu dari
Indonesia dapat semakin dikenal di Jepang.
b.
Proaktif dengan Perwakilan
Dagang di Jepang. Para pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia diharapkan
dapat secara proaktif menghubungi perwakilan dagang luar negeri Indonesia di
Jepang (Tokyo dan Osaka) untuk meminta informasi pameran dan perkembangan
terkait produk sirip ikan hiu ini, maupun untuk bantuan prasarana kerjasama
dengan pihak Jepang.
c.
Membina terus hubungan
yang baik dengan pembeli dari Jepang. Bila berhasil bertransaksi dengan
importir Jepang, pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia harus berusaha
untuk terus menjaga kualitas produk sehingga tetap terjalin hubungan saling
percaya yang baik dengan importir Jepang tersebut. Melalui hubungan yang baik
dengan pembeli dari Jepang, pengusaha Indonesia juga dapat meminta bantuan
pembeli dari Jepang untuk memberikan informasi seandainya ada perubahan
regulasi dan sebagainya.
d.
Memberikan penyuluhan
kepada para nelayan. Pengusaha di Indonesia perlu aktif untuk mengajak
pemerintah bekerja sama dalam memberikan penyuluhan kepada para nelayan.
Nelayan perlu diberikan penyuluhan untuk dapat membedakan spesies yang langka
dengan yang tidak langka, sehingga nelayan tidak sembarang menangkap ikan hiu.
Penyuluhan secara teknologi juga perlu diberikan sehingga nelayan dapat
meningkatkan produktifitas penangkapan ikan hiu
e.
Mengembangkan bisnis
pembudidayaan ikan hiu. Saat ini Indonesia memiliki penangkaran ikan hiu di
Pulau Menjangan Besar (Jawa Tengah) yang menangkar ikan hiu spesies Carcharhinus
melanopterusm (lihat Gambar 3.1), dan di Pulau Nusa Keramba (Kepulauan
Seribu) (lihat Gambar 3.2). Namun, penangkaran ikan hiu ini hanya memelihara
ikan-ikan hiu yang masih kecil dan kemudian dilepas setelah agak besar.
Penangkaran yang ada tidak diproyeksikan untuk mengembangbiakkan ikan hiu, dan
lebih digunakan sebagai sarana pariwisata. Di tengah adanya tekanan dari
pecinta lingkungan untuk menghentikan penangkapan ikan hiu, pengembangan bisnis
pengembangbiakan ikan hiu untuk konsumsi perlu dipikirkan, sehingga produksi
sirip ikan hiu tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan
alam. Walaupun Indonesia memiliki wilayah lautan yang sangat luas,
pembudidayaan ikan hiu tentunya tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan dari
pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta
pemerintah daerah. Perencanaan dan pelaksanaannya pun perlu melibatkan
peneliti-peneliti ikan hiu baik dari dalam maupun luar negeri, dan juga
investor asing termasuk dari Jepang.
f.
Pendayagunaan bagian
lain dari ikan hiu selain sirip ikan hiu itu sendiri. Salah satu hal yang
terjadi di lapangan yang menjadi sorotan kelompok yang menentang penangkapan
ikan hiu adalah adanya kecenderungan nelayan yang menangkap ikan hiu hanya
memotong sirip ikan hiu dan kemudian membuang tubuh ikan hiu tersebut ke laut.
Hal ini karena bagian selain sirip ikan hiu itu sendiri dianggap kurang
bernilai. Pemanfaatan bagian selain dari. sirip
ikan hiu perlu dipikirkan dengan baik. Sebagai contoh, daerah Kesennuma yang
terkenal dengan produk fukahire ini juga mengembangkan industri yang menggunakan
kulit ikan hiu. Gambar memperlihatkan contoh produk-produk yang dibuat dari
kulit ikan hiu. Produk-produk ini dijual dengan harga yang relatif tidak murah.
Pengembangan industri yang menggunakan bagian lain dari ikan hiu ini akan
membantu pengembangan bisnis pembudidayaan ikan hiu, yang tentunya akan
berhubungan dengan produksi sirip ikan hiu.

Gambar
Penangkaran hiu di Pulau Gambar
Penangkaran
Menjangan
besar hiu
di Pulau Nusa Keramba
Gambar
Contoh produk yang dibuat dari kulit ikan hiu

BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ikan Hiu adalah sekelompok super ordo Selachimorpha ikan
dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka
bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh,
tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang,
kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles
untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit dan untuk menambah
dinamika air Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digatikan.
Perlu
kita ketahui, bahwa didunia ini ada banyak jenis ikan hiu yang dapat kita
temui, baik itu jenis ikan hiu terbesar, ikan hiu terbuas atau yang lainnya. Ikan
yang menghabiskan waktunya di dasar perairan atau pada celah-celah terumbu
karang berair jernih. Ikan ini merupakan predator dan habitatnya berada pada
kedalaman antara 8 - 40 meter. Berdasarkan penuturan masyarakat Pulau Bepondi,
aktivitas menangkap ikan hiu mereka sudah lama dilakukan. Alat yang mereka
gunakan untuk menangkap ikan hiu adalah alat pancing tradisional yang menggunakan nilon dan
mata pancing.
B. Saran
Saran saya agar Ikan
hiu dibudidayakan dan dimanfaatkan sebaiknya, serta jangan mengeksplotasi
berlibih-lebihan karena jika itu dilakukan akan mengakibatkan punahnya ikan hiu
serta rusaknya rantai makanan dalam ekosistem laut.
DAFTAR PUSTAKA
http://andramanao.blogspot.co.id/
Diakses pada 21 Februari 2016 pukul
21.00 Wita
http://makalahlaporanterbaru1.blogspot.co.id/2013/12/pemanfaatan-sirip-ikan-hiu.html
Diakses pada 21 Februari 2016 pada pukul 21.15 Wita
https://www.google.com/search?q=GAMBAR+SUP+SIRIP+IKAN+HIU&biw=1366&bih=657&tbm=isch&imgil=xijv4JXraJnVuM%253A
Diakses pada 23 Februari 2016 pukul 22.00 Wita
https://www.google.com/search?q=GAMBAR+TULANG+IKAN+HIU&tbm=isch&imgil=lSpElN8ejguBqM%253A%253Bn4LPFlK4ss-x4M
Diakses pada 23 Februari 2016 pukul 22.15 Wita
https://www.google.com/search?q=GAMBAR+MINYAK+IKAN+HIU&tbm=isch&imgil=gpXLt1cPKoA1rM%253A%253BULqCp9kmnLq
Diakses pada 23 Februari 2016 pukul 22.30 Wita
http://www.khasiat.co.id/2015/09/15-khasiat-ikan-hiu-bagi-kesehatan.html Diakses pada 21 Februari
2016 pukul 20.00 Wita
https://id.wikipedia.org/wiki/Hiu Diakses pada 21 Februari
2016 pukul 15.00 Wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar