Selasa, 01 Maret 2016

Komoditi Ikan Hiu di Indonesia



Download File: KOMODITI IKAN HIU

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ikan Hiu adalah sekelompok superordo Selachimorpha ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit dan untuk menambah dinamika air mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digatikan.
Ikan hiu merupakan 7% dari seluruh jenis ikan yang ada. Sebagian besar menghuni perairan laut di semua samudera maupun perairan air tawar. Jenisnya beranekaragam mulai dari yang terbesar yaitu ikan hiu paus (whale shark), Rhincodon typus yang berukuran panjang tubuh 14 meter hingga yang terkecil berukuran panjang 15 cm yaitu Squaliolus laticadus. Separuh dari semua jenis ikan hiu panjangnya tidak lebih dari 1 meter dan sekitar 80% ukuran tubuhnya lebih kecil dari ukuran tubuh orang dewasa umumnya. Menurut evolusi, ikan hiu merupakan salah satu hewan yang dapat hidup di laut selama ratusan juta tahun lamanya. Mereka mampu melawan kepunahan melalui keanekaragaman relative. Oleh sebab itu menjadi species indicator yang baik guna mengukur dampak kegiatan manusia di dalam ekosistem laut. Di dalam rantai makanan pada ekosistem laut, Ikan hiu menduduki tingkatan konsumen puncak (top level) sebagai predator yang amat berpengaruh bagi keseimbangan ekosistem. Banyak pakar kelautan meyakini bahwa ikan hiu merupakan mahluk vital dalam menjaga keanekaragaman hayati.

B.     Rumusan Masalah
1.      Sebutkan klasifikasi ikan hiu ?
2.      Apa saja Jenis-jenis ikan hiu ?
3.      Bagaimana Fishing Ground dan alat tangkap ikan hiu ?
4.      Bagaimana cara pengolahan ikan hiu ?
5.      Apa Khasiat Ikan Hiu ?
6.      Bagaimana cara pemasaran ikan hiu ?
C.    Tujuan
            Dapat  menambah  ilmu  pengetahuan tentang komoditi ikan air laut terutama ikan hiu, mengetahui klasifikasi ikan hiu,mengetahui jenis-jenis,  fishing ground, alat tangkap, khasiat pengolahan dan pemasaran ikan hiu,

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Klasifikasi Ikan Hiu
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Subfilum
: Vertebrata
Kelas
: Chondrichthyes
Subkelas
: Elasmobranchii
Superordo
: Selachimorpha
Ordo
: Carcharhiniformes
Famili
: Sphyrnidae
Genus
Sphyrna
Spesies
Sphyrna sp.








                       
Hiu adalah salah satu hewan yang termasuk anggota Condrichthyes (ikan bertulang rawan). Hiu memiliki ciri-ciri utama yaitu :
·         Vertebrae hiu lengkap dan terpisah.
·         Rahang hiu dapat di gerakkan.
·         Hiu memiliki anggota gerak berpasangan.
ü       Adapun ciri khas Ikan Hiu adalah sebagai berikut:
·         Kulit dengan sisik plachoid dengan kelenjar mucus.
·         Mulut ventral dilengkapi gigi email. Cekungan hidung satu sampai dua tanpa ada hubungan dengan rongga mulut, memiliki rahang atas dan bawah.
·         Skeleton berupa tulang rawan tidak ada tulang keras, vertebrae lengkap dan terpisah.
·         Hewan berdarah dingin, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan.
ü  Bagian tubuh Ikan Hiu bila diamati dari luar yaitu:
·         Kepala meruncing kearah anterior
·         Mulut transversal
·         Mata
·         Sirip dan Insang jumlah 5-7 yang masing masing lamelanya terpisah, tidak ada gelembung udara atau vesica natatoria
B.     Jenis-jenis Ikan Hiu
Perlu kita ketahui, bahwa didunia ini ada banyak jenis ikan hiu yang dapat kita temui, baik itu jenis ikan hiu terbesar, ikan hiu terbuas atau yang lainnya, nah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan hiu ini, berikut ulasan kami mengenai ikan ini, walau tidak terlalu lengkap namun mungkin bisa menambah sedikit wawasan kita mengenai predator laut yang satu ini.
1.       Hiu Megalodon Shark
Hiu Megalodon adalah ikan purba prasejarah yang telah hidup sekitar s20 hingga 1,2 juta tahun yang lalu. Memnurut informasi, hiu ini memiliki ukurang lebih besar dari sebuah kapal pesiar. Megalodon adalah jenis hiu perairan dalay yang sangat jarang sekali naik ke permukaan laut, terkecuali untuk mencari mangsa.
Namun hingga kini, belum ada yang menemukan hiu ini dalam keadaan hidup, tapi banyak kalangan ilmuwan yang berpendapat bahwasannya hiu ini masih hidup, dan merupakan fosil hidup. Keturunan terdekat dari hiu ini adalah hiu putih, dan merupakan Raja lautan pada zaman
Ukuran Hiu Megalodon
Menurut sumber Wikipedia, Megalodon memiliki ukuran panjang antara 14 hingga 18 meter atau lebih besar lagi, dengan gigi yang runcing berdiameter 120 milimeter dan diperkirakan telah hidup 28 sampai 1,5 juta tahun yang lalu. Nama Megalodon sendiri pertamakalinya muncul saat setelah
seorang pakar dari Swiss yang bernama
 Louis Agassiz berhasil mengidentifikasi ikan ini pada tahun 1835. Hiu ini memiliki nama latin Carcharodon megalodon  yang artinya monster hiu.
Ukuran megalodon sendiri jauh lebih besar dari ikan hiu paus (whale shark) namun saat ini untuk kategori yang hidup tetap hiu paus yang paling besar. Ikan hiu paus saat ini yang masih hidup memiliki panjang mencapai 15 m. Meski demikian, ukuran megalodon tetap lebih kecil dari ikan atau binatang terbesar di dunia yakni ikan paus biru yang memiliki panjang mencapai 33 M. Makanan megalodon adalah ikan paus, lumba lumba, penyu dan binatang laut lainnya. Kekuatan giginya yang dapat menghancurkan cangkang penyu dengan mudahnya. Ikan hiu terbesar ini adalah pemangsa terbaik yang pernah ada , didukung oleh kekuatan, kecepatan dan giginya.
2. Whale Shark
Hiu Paus  (Whale Shark) dalah jenis hiu paling besar atau bisa dibilang ikan paling besar didunia yang hingga saat ini masih hidup. Dalam kehidupannya, hiu ini terlihat memiliki totol-totol pada bagian tubuhnya. Dan selalu mengembara di samudra tropis dan lautan yang berikilim hangat. Ikan ini juga dapat hidup hingga usia 70 tahun dan dipercaya spesies ini berasal dari sekitar 60 juta tahun yang lalu.    
Dalam bahasa jawa, Hiu Paus ini disebut dengan Cucut Geger Lintang. Ukuran rata-rata untuk hiu dewasa diperkirakan berkisar 97 metres (318.24 ft) dan seberat 9 ton. Dan ada yang pernah tertangkap pada 11 November 1947 di Karachi, Pakistan. Memiliki ukuran sekitar 1,265 metres (4,150.26 ft) dan beratnya lebih dari 21,5 ton, sementara lingkar badannya sekitar 7 metres (23.0 ft). Bukan jarang kisah-kisah mengenai geger lintang yang berukuran jauh lebih besar – dengan panjang hingga 18 metres (59 ft) dan berat hingga 45,5 ton – namun sejauh ini tidak ada bukti-buktinya secara ilmiah.

3. Basking Shark
Basking Shark (Cetorhinus maximus) atau biasa kita kenal dengan Hiu Penjemur. Hiu ini merupakan ikan terbesar kedua setelah hiu paus. Dan spesies ini merupakan spesies kosmopolitan  yang dapat ditemui di sepanjang samudra hangat di seluruh dunia. Pergerakan hiu ini sedikit lambat dan juga tidak berbahasa, dan menurut kabar keberadaan mereka saat ini telah terancam punah.
 Kenapa ikan ini disebut dengan hiu penjemur? ini dikarenakan hiu ini sering ditemui berada pada permukaan saat mengkonsumsi makanan dan tampak berjemur dalam air hangat. Dan seorang Gunnerus yang pertama kalinya menyebut dan memberi nama spesies ini Squalus maximus yang pada saat itu ditemukan di Norwegia pada tahun 1765.
Pada umumnya hiu basking ini tidak berbahaya bagi manusia, dan cenderung gerakannya lambat. Hiu basking juga termasuk filter feeder yang berarti memiliki adaptasi anatomi sebagai penyaring makanan seperti plankton, dimulai dengan memperbesar mulut sembari mengembangkan rahang/tulang saring insangnya.

Ukuran Basking Shark 

Untuk masalah ukuran dari ikan ini, pastinya cukup besar, apalagi hiu ini adalah hiu terbesar kedua didunia. Panjang untuk hiu basking ini berkisar 12,27 meter (40,3 kaki), dan memiliki berat badan antara 19ton (17t). Hiu ini juga akan berenang pelan ketika mendekati permukaan air. Pada umumnya hiu basking lebih suka hidup pada suhu air 8-14,5 ° C (46-58 ° F).
Hal ini berbeda dengan spesies hiu lainnya, saat berenang, Basking Shark akan menggerakan seluruh tubuhnya dari sisi ke sisi (dan tidak hanya mengandalkan gerakan ekor saja layaknya beberapa spesies hiu lainnya).  Kecepatan berenang Basking Shark juga tergolong lambat, yakni sekitar 2knot (3,7 km/jam; 2.3 mph). Dan mereka tidak berbahaya bagi manusia walaupun berada didekatnya.
Ancaman predator bagi hiu basking ialah paus orca dan hiu putih, hiu putih telah dilaporkan telah mengais di sisa-sisa bangkai hiu basking. Pengamat telah lama menduga bahwa paus pembunuh, juga dikenal sebagai predatornya. Hiu basking adalah pasif feeder filter penyaring zooplankton, ikan kecil dan invertebrata dan mampu megumpulkan makanan dengan singkat hingga 2.000 ton (1.800 t) dalam air per jam. Mereka makan di dekat permukaan dengan mulut mereka tulang saring insang terbuka lebar dan tegak. Hiu basking telah lama menjadi kebutuhan komersial penting ikan terutama di Jepang, sebagai sumber makanan, sirip hiu, pakan ternak, dan minyak hati ikan hiu. Eksploitasi berlebihan ini telah mengurangi populasi hiu basking.

4. Great White Shark
Great White Shark juga dikenal sebagai Carcharodon Carcharias, hiu ini adalah salah satu hiu terbesar dan juga dikenal sebagai hiu terganas dari jenis ikan hiu lainnya. Mereka dapat hidup hingga memiliki panjang 26.2 kaki dan juga berat hingga 5000 lbs (2267.96 kg). Sekedar informasi, hiu ini bisa anda temukan didekat pantai di semua lautan dunia.

5. Tiger Shark
Tiger Shark atau jika diartikan Hiu Harimau atau juga Galeocerdo Cuvier, hiu ini menempati posisi ke 5 ikan hiu terbsesar dunia, yang memiliki panjang hingga 24.3 kaki, lalu dapat mempunyao berat hingga 2000 lbs (907,18 kg) dan termasuk hiu yang ganas.
Mereka hidup layaknya pemburu dan predator yang mematikan di dalam laut, pasalnya mereka tak hanya melahap semua jenis kehidupan yang ada dilatu, hiu ini juga sering dikabarkan menyerang para manusia dipantai. Populasi hiu ini berada di perariran khatulistiwa, namun banyak ditemukan di sekitar perairan pasifik        
                          
6. Pacific Sleepe Shark
Pasifik Sleeper Shark atau Somniosus pacificus adalah salah satu hiu terbesar dan juga terberat lainnya, hiu ini dapat hidup sepanjang 23 kaki dan memiliki berat hingga 800 lbs (361,87 kg). Kehidupan hiu ini adalah didaerah laut dalam, dengan memiliki kedalaman hingga 6500 kaki dibawah permukaan laut.

7. Greenland Shark
            Greenland Shark, banyak yang mengenal ikan hiu jenis ini adalah ikan yang paling lambat diantara jenis-jenis hiu lainnya. Kecepatan renang mereka yang biasa hidup di kawasan yang dingin hanya mencapai 2,7 kilometer per jam. Sangat lambat sekali bukan. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh ukuran tubuh mereka yang cukup besar sehingga memperlambat gerak gerik mereka dan juga karena suhu pada perairan dimana tempat mereka tinggal.
Hiu jenis yang satu ini diperkirakan dapat hidup hingga sepanjang 21 kaki, dan juga memiliki usia hingga 200 tahun. Dan hal inilah membuat hiu ini dikenal sebagai hewan bertulang punggund dengan usia hidup terlama. Mereka juga hidup pada kedalaman 6600 kaki dibawah permukaan laut.

8. Great Hammerhead Shark
Siapa lagi kalau bukan Hiu Martil kenapa bisa dinamai demikian? mungkin karena bantuk wajah bagian depan ikan ini menyerupai martil sehingga dinamakan Hiu Martil (Great Hammerhead Shark). Hiu martil dari genus Sphyrna adalah anggota dari famili Sphyrnidae. Satu-satunya genus selain Sphyrnidae, Eusphyra, terdiri dari hanya satu spesies, Esphyra blochii, winghead shark.
Diantara beberapa spesies ikan jenis ini, sembilan spesies lainnya telah diketahui memiliki ukuran panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan pastinya semua spesies memiliki bentuk kepala yang menyerupai martil gepeng. Dilautan, meraka adalah sesosok predator yang begitu agresif, dan berburu ikan seperti ikan pari, cumi-cumi, serta udang udangan. Mereka juga banyak tersebar di berbagai benua.

9. Thresher Shark
Hiu ini juga merupakan salah satu keturunan hiu besar, dan diperkirakan dapat hidup hingga memiliki panjang 18 kaki. Hiu ini menduduki posisi ke-9 hiu terbesar di dunia. Populasi hidup Thresher Shark yakni di perariran laut khatulisiwa. Walaupun hiu ini terlihat ramping, namun bobot yang dapat dimiliki hiu ini dapat mencapai berat yang cukup spektakuler yakni 1100 lbs (498.95 kg).

10. Bluntnose Sixgill Shark
Bluntnose Sixgill Shark sering juga disebut sebagai hiu sapi, ikan jenis ini dapat tumbuh hingga 16 kaki atau sekitar (4.8 m). Untuk menangkap ikan ini, banyak orang yang menggunakan ikan tuna sebagai umpannya.      
 Ciri-ciri Fisik    
Ikan ini memiliki ciri-ciri fisik seperti warnanya yang berwarna coklat kehitaman, serta memiliki garis terang berwarna kuning dibagian sisi samping tubuhnya. Warna matanya biru seperti lampu neon. Dan terdapat ciri-ciri lainnya:
    •  Memiliki sirip tunggal pada punggung, Serta sirip pada bagian belakang bawah.
    • Terdapat enam celah pada indang
    • Sedikit lebih pendeng dari hiu lainnya, memiliki moncong tumpul
    • Ukuran ikan, rata-rata panjangnya 8-12 kaki (2,4-3,7 meter)
    • Namun hanya beberapa yang memiliki panjang hingga 13 kaki (4 meter)

11. Bigeye Thresher Shark
Ikan hiu jenis ini merupakan salah satu ikan yang bisa dibilang cukup besar untuk jenis hiu, ya.. memang benar, ikan ini dapat tumbuh sepanjang 15 kaki dan juga dapat memiliki bobot tubuh 795 lbs atau sekitar 360 Kg, dan hidup di kedalaman 1.650 kaki di dasar laut.
Ciri Ciri Fisik
Seperti namanya yakni Bigeye yang bisa diartika sebagai “Mata Besar”, dan seperti pada umumnya ikan hiu jenis ini juga memiliki sirip pada bagian pungggungnya, dan yang membuat ikan ini sedikit unik adalah bentuk ekor mereka yang cenderung panjang dan melengkung. Dan tubuhnya tampak seperti berotot.
Pada masa kelahiran Ikan hiu jenis ini memiliki panjang 27.5-42 in (70-106 cm), untuk hiu pada usia dewasa beratnya sekitar 160 kg – 360 kg serta panjang maksimum hingga 15.9 kaki (4.84 m)
Habitat Ikan
Habitat dari Bigeye Thresher Shark banyak ditemui di daerah barat dari Samudera Atlantik, dan banyak laporan juga berada di daerah New York ke Florida, Bahama, Kuba, Venezuela, dan Brasil selatan. Serta di Atlantik timur, tepatnya di daerah Portugal, Madeira, Senegal, Guinea ke Sierra Leone, Angola, dan Laut Mediterania. Dab du Samudera Hindia Barat yakni di Afrika Selatan, Madagaskar, dan Laut Arab. Tak hanya itu di bagian Samudera Pasifik juga ada yakni di epang, Taiwan, Kaledonia Baru, barat laut Australia, dan Selandia Baru, dan ke timur ke Hawai, California selatan, Teluk California, dan barat dari Kepulauan Galapagos. Dan pastinya setiap daerah, ikan ini memiliki genetika yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan ikan ini hidup di kedalaman 1.650 kaki di dasar laut dan dapat bertahan pada suhu16-25 ° C (61-77 ° F).
Masa Hidup
Pada hiu jantan dewasa diperkirakan memiliki panjang 9-9,4 ft (2,7-2,9 m) dan usia 9-10 thn. Sedangkan untuk hiu betina memiliki panjang sekitar 11-11,2 ft (3,3-3,4 m) dan usia 12-13 tahun . Dan diperkirakan usia atau masa hidup hitu jantan dapat mencapai 19 tahun sedangkan betina 20 tahun.

C.    Daerah Tangkap ( Fishing Ground )
Ikan yang menghabiskan waktunya di dasar perairan atau pada celah-celah terumbu karang berair jernih. Ikan ini merupakan predator dan habitatnya berada pada kedalaman antara 8 - 40 meter. Setiap jenis ikan hiu mempunyai laju renang membentuk pola yang khas dengan laju tertentu. Dilihat pada aspek lateral, renang ikan hiu dikategorikan amplitude horizontal wriggle. Kategori ini mempunyai pola renang hiu meliuk ke kanan dan ke kiri yang dibangkitkan dari badan ikan Hiu secara horizontal. Perubahan fase akustik dapat menentukan laju renang ikan Hiu Sirip Putih (Triaenodon obesus).
Berdasarkan penuturan masyarakat Pulau Bepondi, aktivitas menangkap ikan hiu mereka sudah lama dilakukan. Alat yang mereka gunakan untuk menangkap ikan hiu adalah alat  pancing tradisional yang menggunakan nilon dan mata pancing.

D.    Pengolahan Ikan Hiu
1.       Minyak Hati Ikan Hiu
            Minyak ikan diperoleh dengan cara ekstraksi. Ekstraksi minyak adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan. Cara ekstraksi yang biasa dilakukan adalah metode Wet Rendering yaitu proses yang umumnya digunakan untuk membuat tepung ikan. Tahap proses ini meliputi kombinasi perebusan dan pengeringan dengan menggunakan uap panas pada keadaan hampa. Pengadukan secara lambat dilakukan selama pengeringan dan dilakukan pengepresan untuk memisahkan daging dan minyak ikan. Tahapan-tahapan pemurnian minyak ikan, yaitu penyaringan, netralisasi, pemisahan sabun, pemucatan dan deodorisasi.
Tujuan dari pemurnian minyak ikan adalah untuk menghilangkan rasa dan bau yang tidak enak, warna yang tidak menarik, dan memperpanjang masa simpan minyak sebelum dikonsumsi dan digunakan sebagai bahan mentah dalam industry. Kualitas minyak ikan yang dihasilkan pada proses pemurnian tergantung pada cara penyimpanan dan penanganan ikan sebelum dimurnikan.
Tahap –tahap pemurnian minyak ikan hiu antara lain:
  •  Penyaringantahap penyaringan, minyak ikan yang diperoleh sebagai hasil damping pengolahan tepung ikan atau ikan kaleng disaring terlebih dahulu dengan penyaring kawat untuk memisahkan kotoran-kotoran visual seperti sisa daging dan gumpalan protein.
  • NetralisasiNetralisasi adalah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya. Faktor –faktor yang mempengaruhi proses netralisasi adalah suhu, pengadukan dan pencucian.
  • PenyabunanPenyabunan adalah asam lemak bersifat tidak larut dalam air tetapi dapat terdispersi menjadi NaOH atau KOH encer yang dapat mengubah asam lemak menjadi sabun. Minyak yang telah dinetralkan dibiarkan beberapa saat supaya terjadi pemisahan sabun yang terbentuk. Lapisan sabun berada pada lapisan bawah dan lapisan minyak pada bagian atas. Kemudian sabun tersebut diambil. Untuk menghilangkan sabun-sabun yang masih tersisa, pada minyak ikan ditambahkan air panas sambil diaduk dan kemudian dibiarkan supaya terjadi pemisahan minyak dan air. Setelah itu air yang terpisah dibuang.
  • PemucatanPemucatan ialah suatu proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk menghilangkan atau memucatkan warna yang tidak disukai dan menghilangkan getah (gum) yang ada dalam minyak. Pemucatan dilakukan dengan penambahan adsorben, umumnya dilakukan dalam ketele yang dilengkapi dengan pipa uap dan alat penghampa udara. Faktor yang mempengaruhi pemucatan adalah suhu, waktu, tekanan.
  • DeodorasiDeodorisasi adalah suatu tahap proses pemurnian minyak yang bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak dalam minyak. Prinsip proses deodorasi, yaitu penyulingan minyak dengan uap panas. Proses deodorisasi dilakukan dengan cara memompa minyak ke dalam ketelen deodorasi. Kemudian minyak tersebut dipanaskan pada suhu 200-2500C  sambil dialiri uap panas selama 4-6 jam untuk mengangkut senyawa yang dapat menguap. Setelah proses deodorisasi selesai, minyak ikan kemudian didinginkan sehingga suhu menjadi kurang lebih 840C dan selanjutnya minyak ikan dikeluarkan.
  • HidrogenasiHidrogenasi adalah proses pengolahan minyak atau lemak dengan jalan menambahkan hidrogen pada ikatan rangkap dari asam lemak, sehingga akan mengurangi ketidakjenuhan minyak atau lemak, dan membuat lemak bersifat plastis. Proses hidrogenasi bertujuan untuk menjenuhkan ikatan rangkap dari rantai karbon asam lemak pada minyak atau lemak. Proses hidrogenasi dilakukan dengan menggunakan hydrogen murni dan ditambahkan serbuk nikel sebagai katalisator.
    Nikel merupakan katalis yang sering digunakan dalam proses hidrogenasi daripada katalis yang lain (palladium, platina, copper chromite). Hal ini karena nikel lebih ekonomis dan lebih efisien daripada logam lainnya. Nikel juga mengandung sejumlah kecil Al dan Cu yang berfungsi sebagai promoter dalam proses hidrogenasi minyak
2.      Tulang Ikan Hiu
Tulang ikan hiu yang termasuk jenis tulang rawan mengandung kolagen, sehingga memungkinkan pemanfaatannya sebagai bahan baku gelatin. Gelatin memiliki berbagai kegunaan antara lain sebagai bahan pengental, stabilisator dan emulsifier. Pada 1996-an mulai diteliti pemanfaatan tulang ikan hiu kearah pengobatan kanker dan tumor dengan ditemukannya kandungan selenium,  dalam tulang ikan hiu yang meningkatkan nilai guna tulang ikan hiu.
Dalam industri pangan, gelatin biasanya digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan permen, jeli dan es krim. Gelatin berfungsi sebagai pengental, stabilisator dan emulsifier. Zat gelatin yang tanpa kita sadari selalu dikonsumsi ini ternyata banyak sekali manfaatnya bagi tubuh kita diantaranya:
    •  Gelatin dapat bermanfaat untuk pertumbuhan otot dan metabolisme tubuh.
    • Gelatin bisa menimbulkan rasa kenyang, sehingga bagus bagi anda yang sedang diet.
    • Gelatin membantu menjaga keseimbangan tubuh.
    •  Gelatin yang mengandung protein kolagen tinggi, dapat membantu menjaga kulit anda agar tetap halus dan lembut.
    • Gelatin juga dapat memperkuat akar rambut sehingga rambut tampak sehat dan bercahaya.
    •  Gelatin sangat baik bagi perkembangan kuku anda, karena dapat memperkuat kuku sehingga tidak mudah patah.
    • Gelatin sangat baik untuk tulang anda, karena membantu menghasilkan zat glikoprotein dan asam amino prolin.
3.      Sirip ikan Hiu
 Ikan hiu memiliki nilai gizi serta nilai ekonomis yang tinggi dengan diserti nilai gizi yang tinggi ikan hiu banyak sekali peminatnnya contohnya saja dalam kuliner ikan hiu tepatnya pada bagian siripnya dapat dilolah menjadi sup sirip ikan hiu. Biasanya para nelayan menggunakan Finning yaitu cara menangkap hiu dengan menghapus sirip dan membuang tubuh di laut.


ü  Hiu Finning
      Sup sirip ikan hiu, campuran agar-agar sirip dorsal, caudal dan dada hiu, mendukung multi miliar dolar industri mempopulerkan praktek "finning." Finning adalah tindakan menghapus sirip dan membuang tubuh di laut. Tanpa menggunakan sirip mereka, hiu lumpuh tenggelam atau mati kelaparan. Finning hiu di laut memungkinkan nelayan untuk mengangkut sirip di kapal dalam jumlah besar tanpa harus mengakomodasi bagi tubuh lebih besar, besar hiu.

ü  Sup sirip ikan hiu
      Konsumsi sup sirip ikan hiu adalah tradisi yang telah lama dalam budaya Cina, disukai oleh Kaisar dan bangsawan sebagai tanda kemakmuran dan rasa hormat. Praktek ini sekarang lumrah di sebagian besar Asia, terkonsentrasi di daratan Cina dan Hong Kong.
Setelah disediakan untuk eselon atas masyarakat Cina, sup sirip ikan hiu telah menjadi standar tarif tidak hanya di negara-negara Asia, tetapi semakin di negara-negara Barat juga. Eropa penawaran dan permintaan telah berkembang secara signifikan dalam beberapa dekade, memperluas pasar untuk negara-negara seperti Spanyol dan Perancis.
Sup sirip ikan hiu dibedakan oleh serat elasten lembut kolagen yang dikenal sebagai 'sirip jarum' digunakan untuk membuat agar-agar tekstur unik. Sementara pengganti sirip hiu tersedia untuk meniru tekstur yang diinginkan, sirip hiu tetap di permintaan tinggi dan dengan demikian bisnis yang menguntungkan untuk banyak nelayan. Tanaman dan hewan alternatif berbasis menyediakan sama rasa dan tekstur pada harga secara signifikan lebih murah yang sering dilayani oleh restoran dengan atau tanpa pengetahuan tentang pelanggan. Untuk mengotentikasi rasa dan mengurangi biaya, sirip hiu buatan dan nyata biasanya dicampur bersama-sama dalam rasio 30/70, masing-masing.                              
E.     Khasiat Ikan Hiu Berdasarkan Sektor – Bagiannya 
Khasiat ikan hiu terkecuali dilihat dari sudut kuliner atau olahan makanan hasil laut yang lezat. Bila rata-rata ikan dibekuk cuma utuk diambil dagingnya guna memenuhi keperluan protein yang tinggi. Tidak serupa dengan ikan hiu karena hampir seluruh organ atau sektor tubuhnya mampu diambil khasiatnya dari bagai sudut dan bermacam kepentingan. Berikut khasiat dari badan ikan hiu : 


ü  Hati Ikan Hiu
 Hati ikan hiu diproses jadi minyak hati ikan hiu yang khasiatanya mampu dipakai kepada industri tekstil, pabrik pelumas, cat minyak, bahan kosmetik, bahkan dalam dunia medis atau kesehatan minyak ikan hiu berperan juga sebagai sumber vitamin A yang berguna bagi kesehatan mata. Kandungan squalane terhadap hati ikan hiu pun amat sangat berguna dalam pengerjaan obat tertentu. 
ü  Darah Ikan Hiu
Tidak sedikit yang mengetahui bahwa darah dari ikan hiu dapat juga difungsikan dalam dunia kesehatan. Dalam dunia medis darah ikan hiu memiliki khasiat yang merupakan anti koagulan. 
ü  Mata Ikan Hiu
Mata yakni indra yang teramat dibutuhkan bagi makhluk hidup. Kornea mata ikan hiu ini mampu dipakai buat memulihkan keadaan mata manusia disaat dilakukannya operasi transplantasi mata. 
ü  Kerangka Tulang Rawan Ikan Hiu. 
Hiu ialah tipe ikan memiliki kerangka tulang rawan ikan hiu yang sangat berguna dalam pengobatan tulang, gejala penyakit kanker, dan berfungsi sebagai obat luka bakar kepada kulit. Bidang atau organ ikan hiu yang dipakai untuk mengatasi gejala hambatan kesehatan tersebut diambil dari kerangka tulang rawan & sari tulang rawan ikan hiu. 
ü  Gigi Ikan Hiu.
 Bagi peminat accessories unik yang berasal dari tulang atau gigi hewan kebanyakan sudah menjadikan cindramata gigi ikan hiu juga sebagai salah satu koleksi pribadi. Gigi ikan hiu memiliki tekstur yang amat sangat pas utk dijadikan juga sebagai accessories dalam pelaksanaan perhiasan ataupun senjata tajam. 

ü  Kulit Ikan Hiu. 
Ikan Hiu memiliki kulit yang dapat dijadikan bahan pengerjaan makanan bahkan penggosok benda tertentu & dijadikan bahan dalam menciptakan pakaian renang yang lentur & nyaman. 
ü  Sirip Ikan Hiu.
Sirip ikan hiu yakni organ atau bidang badan yang akan diolah jadi bahan olahan makanan laut yg memiliki nilai ekonomi tinggi. Umpamanya sup ikan hiu yg tidak sedikit dicari di dunia bersama harga yang tergolong mahal. 
F.     Pemasaran Ikan Hiu
ü  Ekspor Impor Produk Sirip Ikan Hiu Jepang – Dunia
Jepang merupakan negara produsen dan pengekspor produk sirip ikan hiu ke berbagai negara di dunia. Sebagaimana dapat dilihat pada Tabel negara tujuan utama ekspor produk sirip ikan hiu adalah Hongkong (56,78%), China (13,7%), Singapura (11,53%), Afrika Selatan (9,3%), dan Spanyol (7,69%). Indonesia juga merupakan tujuan ekspor Jepang dan berada di peringkat ke-7 dunia dan peringkat ke-2 ASEAN dengan pangsa pasar sebesar (0,01%). Pada Tabel ini terlihat bahwa ekspor sirip ikan hiu Jepang mengalami penurunan 42,15% pada tahun 2012 dibanding dengan tahun 2011.

Ekspor Sirip Ikan Hiu Jepang ke Dunia Periode 2008-2012

                  (dalam ribu US$)

Rank
Importir
2008
2009
2010
2011
2012
Pangsa
PERUB

(%)
(%)
















2012
12-11


WORLD
8.202
6.825
8.592
8.771
5.074
100
-42,15

1
Hongkong
6.970
5.192
6.054
4.718
2.881
56,78
-38,93

2
China
173
0
0
729
695
13,7
-4,66

3
Singapura
711
771
1.472
1.779
585
11,53
-67,12

4
Afrika Selatan
133
455
393
298
471
9,3
58,05

5
Spanyol
47
210
344
610
390
7,69
-36,06


ASEAN








7
Indonesia
62
54
17
0
7
0,01



Vietnam
71
68
66
313
0
0













Sumber: ITC (diolah)

Tabel Impor Sirip Ikan Hiu Jepang dari Dunia
                   Periode 2008-2012

                                             (dalam ribu US$)

Rank
Negara asal
2008
2009
2010
2011
2012
Pangsa
PERUB

Impor
(%)
(%)














2012
12-11










WORLD
n/a
n/a
n/a
n/a
6.389
100


1
China
1.663
1.718
889
237
2.703
42,31
1040,5

2
Indonesia
1.336
532
522
1.498
1.372
21,47
-8,4

3
Peru
678
584
799
869
1.103
17,26
26,93

4
Brasil
107
74
55
310
587
9,19
89,35

5
Spanyol
n/a
n/a
n/a
n/a
241
3,77



ASEAN








8
Singapura
87
282
84
96
97
1,52
1,04












Sumber: ITC (diolah)

Dibanding dengan nilai ekspor sirip ikan hiu Jepang ke dunia, nilai impor Jepang dari dunia lebih tinggi sekitar 26%. Dari Tabel dapat dilihat bahwa total impor sirip ikan hiu Jepang pada tahun 2012 adalah sebesar US$ 6,389 juta. Lima negara utama pengekspor sirip ikan hiu ke Jepang adalah China (42,31%), Indonesia (21,47%), Peru (17,26%), Brasil (9,19%), dan Spanyol (3,77%). Negara ASEAN lainnya yang tercatat mengekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang adalah Singapura (1,52%).
ü  Potensi Pasar Ekspor Sirip Ikan Hiu ke Jepang
             Perbedaan nilai ekspor dan impor sirip ikan hiu Jepang dengan dunia pada tahun 2012 walau secara nilai hanya berbeda sekitar 26%, namun bila dilihat secara kuantitas (total berat) ekspor dan impor sirip ikan hiu Jepang dengan dunia pada tahun 2012, terdapat perbedaan sebesar 346%
Tabel Perbandingan Ekspor dan Impor Sirip Ikan Hiu
Jepang dengan Dunia Tahun 2012

Total Nilai (ribu US$)
Total Berat (kg)



Ekspor
5.074
115.714
Impor
6.389
33.418




   Sumber: Trade Statistics of Japan (diolah)

Data pada Tabel ini menunjukkan bahwa Jepang mengekspor sirip ikan hiu yang memiliki nilai rendah, dan mengimpor sirip ikan hiu yang memiliki nilai tinggi. Hal ini mengindikasikan potensi pasar ekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang untuk produk berkualitas tinggi.
Tabel memperlihatkan lebih rinci potensi ekspor Indonesia untuk produk sirip ikan hiu ini. Dengan kapasitas ekspor sirip ikan hiu Indonesia ke dunia sebesar US$ 6 juta, dan nilai impor Jepang dari dunia sebesar US$ 6,389 juta, maka terlihat bahwa Indonesia masih memiliki potensi sebesar US$ 4,628 juta untuk mengekspor sirip ikan hiu ke Jepang.



Secara umum, dapat disimpulkan bahwa potensi Indonesia mereguk pasar/share yang lebih besar untuk produk sirip ikan hiu di Jepang masih sangat terbuka.
  Tabel Potensi Ekspor Sirip Ikan Hiu Indonesia ke Jepang tahun 2012



Impr Jpn dr
Ekspor Ina

ke
Impor Jpn dr
Potensi

HS code
Produk
Perdagangan

Ina
Dunia
Dunia



Ina







0305.59.10.00
Sirip Ikan Hiu
1,372
6
6,389
4,628








       Sumber: ITC & BPS (Satuan: juta US$)
ü  Kebijakan Impor Sirip Ikan Hiu di Jepang
Untuk impor produk sirip ikan hiu, regulasi yang berlaku di Jepang adalah Food Sanitation Act dan Custom Law. Berdasarkan Food Sanitation Law, komponen kimia yang tercantum pada Tabel tidak boleh melebihi batas maksimum residu yang ditetapkan oleh Ministry of Health, Labour and Welfare di Jepang. Selain itu, komponen kimia Hydrogen Peroxide tidak boleh terdeteksi pada produk sirip ikan hiu. Untuk kandungan bakteri, total viable count (TVC) bakteri tidak boleh melebihi 3000 per gram, dan bakteri E. coli harus terdeteksi negatif. Selain sanitasi, kebijakan impor lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah tarif bea masuk untuk impor sirip ikan hiu ini. HS 0305.71 termasuk dalam kategori X dalam perjanjian ekonomi bilateral Indonesia dan Jepang (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), yang berarti termasuk produk yang tidak dimasukkan untuk pengurangan dan peniadaan tarif bea masuk. Tarif bea masuk yang diaplikasikan untuk impor sirip ikan hiu dari Indonesia adalah tarif MFN, yaitu sebesar 10,5%. Tarif yang sama dikenakan untuk negara-negara asal impor lainnya yang tertera. Selain kebijakan impor yang berlaku, untuk penjualan di dalam negeri Jepang berlaku JAS Law yang mengatur standarisasi label yang mewajibkan penulisan negara asal impor dari produk sirip ikan hiu yang dijual.
ü  Saluran Distribusi Produk Sirip Ikan Hiu di Jepang
Nelayan yang menangkap ikan hiu menjual sirip ikan hiu kepada pedagang/broker yang kemudian memasok sirip ikan hiu tersebut kepada eksportir. Sirip ikan hiu yang masuk ke Jepang ada yang didistribusikan ke perusahaan pengolah makanan (industri) yang akan membuat produk kalengan atau produk lainnya.
ü  Hambatan Lainnya

Beberapa hal yang dapat menghambat peningkatan ekspor HS 0714 ke Jepang adalah sebagai berikut.
a)      Tarif bea masuk
b)      Kontrol kualitas
c)      Pembatasan penangkapan ikan hiu spesies tertentu
d)     Kendala bahasa/komunikasi
e)      Pemasaran dan promosi
ü  Peluang
a. Bentuk Kerjasama
Dengan hubungan bilateral yang terbina baik antara Indonesia dan Jepang, Indonesia memiliki keuntungan untuk mengundang lebih banyak investor dari Jepang untuk mengembangkan produksi sirip ikan hiu di Indonesia.
b. Harga Per Unit
 Harga per kilogram komoditi sirip ikan hiu dan selisih harga dari eksportir utama yaitu China. Peru adalah satu-satunya eksportir yang mempunyai harga satuan di bawah China yaitu 13.070 JPY per kilogram,
atau 120 JPY lebih murah. Harga komoditi sirip ikan hiu dari Indonesia sebesar 18.125 JPY, atau lebih mahal 4.935 JPY dari China. Sementara itu, harga komoditi sirip ikan hiu dari Brasil dan Spanyol jauh lebih mahal dibandingkan dengan Indonesia. Brasil dan Spanyol secara total memegang hampir 13% pangsa pasar di Jepang. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang untuk memperbesar pangsa pasar di Jepang bila dapat mengatur strategi pasar yang lebih agresif untuk merebut pangsa pasar yang dimiliki Brasil dan Spanyol. Pada saat yang bersamaan, perlu tetap memperhatikan dinamika pasar agar posisi Indonesia tidak tergeser oleh Peru yang saat ini berada di posisi ketiga setelah Indonesia.
c. Hubungan bilateral Jepang dengan negara pesaing
Sejak tahun 2012, hubungan bilateral Jepang dengan China tidaklah baik. Kondisi ini sedikit banyak menimbulkan keengganan dari perusahaan-perusahaan Jepang untuk bertransaksi dengan China. Kondisi ini merupakan momentum yang baik bagi Indonesia untuk lebih mereguk pasar/share yang lebih besar.
d. Kualitas yang diaku
Walaupun nilai per unit sirip ikan hiu dari Indonesia lebih mahal dibandingkan Peru dan Singapura, namun pada tahun 2012, Indonesia dapat memegang posisi kedua. Hal ini mengindikasikan adanya pengakuan atas kualitas sirip ikan hiu dari Indonesia.  mengindikasikan potensi pasar ekspor produk sirip ikan hiu ke Jepang untuk produk berkualitas tinggi. Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang untuk memperbesar pangsa pasar bila dapat menjaga dan meningkatkan kualitas produk sirip ikan hiu ini.
ü  Strategi
Dengan melihat fenomena secara umum dan mempertimbangkan peluang-peluang yang tertera di atas, hal-hal berikut direkomendasikan bagi dunia usaha Indonesia untuk dapat meningkatkan pangsa pasar untuk produk sirip ikan hiu di Jepang.
a.       Berpartisipasi dalam pameran dagang di Jepang   Pameranyang terkait produk sirip ikan hiu dilaksanakan setiap tahunnya di Jepang. Para pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia kiranya dapat proaktif untuk berpartisipasi mengikuti pameran sehingga keberadaan produk sirip ikan hiu dari Indonesia dapat semakin dikenal di Jepang.
b.      Proaktif dengan Perwakilan Dagang di Jepang. Para pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia diharapkan dapat secara proaktif menghubungi perwakilan dagang luar negeri Indonesia di Jepang (Tokyo dan Osaka) untuk meminta informasi pameran dan perkembangan terkait produk sirip ikan hiu ini, maupun untuk bantuan prasarana kerjasama dengan pihak Jepang.
c.       Membina terus hubungan yang baik dengan pembeli dari Jepang. Bila berhasil bertransaksi dengan importir Jepang, pengusaha produk sirip ikan hiu di Indonesia harus berusaha untuk terus menjaga kualitas produk sehingga tetap terjalin hubungan saling percaya yang baik dengan importir Jepang tersebut. Melalui hubungan yang baik dengan pembeli dari Jepang, pengusaha Indonesia juga dapat meminta bantuan pembeli dari Jepang untuk memberikan informasi seandainya ada perubahan regulasi dan sebagainya.
d.      Memberikan penyuluhan kepada para nelayan. Pengusaha di Indonesia perlu aktif untuk mengajak pemerintah bekerja sama dalam memberikan penyuluhan kepada para nelayan. Nelayan perlu diberikan penyuluhan untuk dapat membedakan spesies yang langka dengan yang tidak langka, sehingga nelayan tidak sembarang menangkap ikan hiu. Penyuluhan secara teknologi juga perlu diberikan sehingga nelayan dapat meningkatkan produktifitas penangkapan ikan hiu
e.       Mengembangkan bisnis pembudidayaan ikan hiu. Saat ini Indonesia memiliki penangkaran ikan hiu di Pulau Menjangan Besar (Jawa Tengah) yang menangkar ikan hiu spesies Carcharhinus melanopterusm (lihat Gambar 3.1), dan di Pulau Nusa Keramba (Kepulauan Seribu) (lihat Gambar 3.2). Namun, penangkaran ikan hiu ini hanya memelihara ikan-ikan hiu yang masih kecil dan kemudian dilepas setelah agak besar. Penangkaran yang ada tidak diproyeksikan untuk mengembangbiakkan ikan hiu, dan lebih digunakan sebagai sarana pariwisata. Di tengah adanya tekanan dari pecinta lingkungan untuk menghentikan penangkapan ikan hiu, pengembangan bisnis pengembangbiakan ikan hiu untuk konsumsi perlu dipikirkan, sehingga produksi sirip ikan hiu tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan alam. Walaupun Indonesia memiliki wilayah lautan yang sangat luas, pembudidayaan ikan hiu tentunya tidak akan dapat terlaksana tanpa dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pemerintah daerah. Perencanaan dan pelaksanaannya pun perlu melibatkan peneliti-peneliti ikan hiu baik dari dalam maupun luar negeri, dan juga investor asing termasuk dari Jepang.
f.       Pendayagunaan bagian lain dari ikan hiu selain sirip ikan hiu itu sendiri. Salah satu hal yang terjadi di lapangan yang menjadi sorotan kelompok yang menentang penangkapan ikan hiu adalah adanya kecenderungan nelayan yang menangkap ikan hiu hanya memotong sirip ikan hiu dan kemudian membuang tubuh ikan hiu tersebut ke laut. Hal ini karena bagian selain sirip ikan hiu itu sendiri dianggap kurang bernilai. Pemanfaatan bagian selain dari.          sirip ikan hiu perlu dipikirkan dengan baik. Sebagai contoh, daerah Kesennuma yang terkenal dengan produk fukahire ini juga mengembangkan industri yang menggunakan kulit ikan hiu. Gambar memperlihatkan contoh produk-produk yang dibuat dari kulit ikan hiu. Produk-produk ini dijual dengan harga yang relatif tidak murah. Pengembangan industri yang menggunakan bagian lain dari ikan hiu ini akan membantu pengembangan bisnis pembudidayaan ikan hiu, yang tentunya akan berhubungan dengan produksi sirip ikan hiu.






             
Gambar  Penangkaran  hiu di Pulau                Gambar  Penangkaran
Menjangan besar                                            hiu di Pulau Nusa Keramba



Gambar Contoh produk yang dibuat dari kulit ikan hiu







BAB III
 PENUTUP
A.  Kesimpulan
Ikan Hiu adalah sekelompok super ordo Selachimorpha ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit dan untuk menambah dinamika air Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digatikan.
Perlu kita ketahui, bahwa didunia ini ada banyak jenis ikan hiu yang dapat kita temui, baik itu jenis ikan hiu terbesar, ikan hiu terbuas atau yang lainnya. Ikan yang menghabiskan waktunya di dasar perairan atau pada celah-celah terumbu karang berair jernih. Ikan ini merupakan predator dan habitatnya berada pada kedalaman antara 8 - 40 meter. Berdasarkan penuturan masyarakat Pulau Bepondi, aktivitas menangkap ikan hiu mereka sudah lama dilakukan. Alat yang mereka gunakan untuk menangkap ikan hiu adalah alat  pancing tradisional yang menggunakan nilon dan mata pancing.
B. Saran
            Saran saya agar Ikan hiu dibudidayakan dan dimanfaatkan sebaiknya, serta jangan mengeksplotasi berlibih-lebihan karena jika itu dilakukan akan mengakibatkan punahnya ikan hiu serta rusaknya rantai makanan dalam ekosistem laut.






DAFTAR PUSTAKA
http://andramanao.blogspot.co.id/ Diakses pada 21 Februari 2016  pukul 21.00 Wita
http://www.khasiat.co.id/2015/09/15-khasiat-ikan-hiu-bagi-kesehatan.html Diakses pada 21 Februari 2016 pukul 20.00 Wita
https://id.wikipedia.org/wiki/Hiu Diakses pada 21 Februari 2016 pukul 15.00 Wita










           
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar